Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ada Luka di Tubuh, Paus Sperma Mati Mengapung di Teluk Serangan Bali

Husna Rahmayunita Selasa, 17 November 2020 | 18:56 WIB

Ada Luka di Tubuh, Paus Sperma Mati Mengapung di Teluk Serangan Bali
Paus sperma ditemukan mati, terapung di perairan Teluk Serangan, Bali, Selasa (17/11/2020). (ANTARA/HO-TCEC Serangan)

Penyebab matinya paus sperma tersebut belum diketahui secara pasti.

SuaraBali.id - Paus sperma berukuran raksasa ditemukan mati terapung di Bali. Ada bekas luka di tubuh hewan tersebut.

Lokasi penemuan bangkai paus tepatnya di perairan Teluk Serangan, Bali atau sekitar 500 meter dari dermaga.

Sementara itu, penyebab matinya paus sperma tersebut belum diketahui secara pasti.

"Penyebab terdampar atau matinya paus belum bisa dipastikan karena apa, tapi kalau dilihat dari luka-luka dan visual yang kami amati saat ini sepertinya banyak penyebabnya," ujar Kepala Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Denpasar Permana Yudiarso saat dihubungi dari Denpasar, Selasa (17/11/2020).

"Bisa jadi karena sakit, kedua bisa jadi karena tertabrak kapal, lecet dan terbentur benda keras, atau disorientasi bagian sonarnya sehingga terganggu, menjadi kehilangan arah, dan kondisi lemah," sambungnya.

Sesuai dengan prosedur standar Kementerian Kelautan dan Perikanan, ia menjelaskan, satwa liar yang ditemukan dalam keadaan mati bisa dikubur, ditenggelamkan, atau dibakar.

"Kita akan lakukan opsi penguburan tergantung kondisi di lapangan, mana yang terbaik. Posisinya sekarang masih di perairan Mertasari dan kondisinya mau menuju surut nih perairannya, kita upayakan agar nanti kalaupun terdampar di pinggir pantai kita lakukan penguburan di pinggir pantai," katanya.

Lebih lanjut, dia mengatakan paus sperma dengan panjang sekitar 10 meter dan berat lebih dari dua ton tersebut diperkirakan sudah mati terapung selama sekitar satu minggu karena tubuhnya sudah mulai membusuk.

Pada 2018, seekor paus sperma ditemukan terdampar di Pantai Watu Klotok, Kabupaten Klungkung. (Antara)

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait