Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Bule Australia Terciduk Produksi Kratom, Dijual ke Ekspatriat di Bali

Husna Rahmayunita Rabu, 11 November 2020 | 16:44 WIB

Bule Australia Terciduk Produksi Kratom, Dijual ke Ekspatriat di Bali
Ilustrasi penangkapan.

Target penjualan obat tersebut yakni ke sesama WNA di Bali dan dikirim ke kampung halaman pelaku, Australia.

SuaraBali.id - Jajaran Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polresta Denpasar mengungkap keberadaan home industri kratom, bahan sejenis narkoba.

Home industri tersebut terbongkar, setelah polisi mengamankan bule Australia bernama Travis James Mcleod (43) bersama rekannya dua warga Bali yakni Ngurah Mayun (38), dan FX Welly (45).

Mereka ditangkap di sebuah vila di Jalan Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung, Bali, lokasi yang diduga digunakan untuk home industri kratom.

Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan menuturkan kratom (Mitragyna speciosa) sebagai bahan utama obat-obatan yang digunakan pelaku didapat dari Kalimantam.

"Legalitas kratom saat ini dipertanyakan banyak negara, dan Indonesia lewat Badan Narkotika Nasional sedang memroses kratom menjadi obat-obatan terlarang Golongan I," jelasnya saat konferensi pers di Polresta Denpasar, Rabu (11/11/2020)

Ia menuturkan dengan terbongkarnya kasus ini, sudah menyelamatkan bangsa dari obat-obatan terlarang yang akan disebarluaskan.

"Kami menduga semua barang bukti ini menyelamatkan 15 ribu korban jiwa, karena akan disebarluaskan dan dipakai orang banyak orang hingga mencapai belasan ribu orang dan bisa ketergantungan ke depannya," tuturnya.

Barang bukti yang disita dari home industri kratom WNA Australia. (Suara.com/Silfa)
Barang bukti yang disita dari home industri kratom WNA Australia. (Suara.com/Silfa)

Jansen mengatakan, Travis dan kawan-kawannya sudah melakukan usaha home industri obat-obatan berbahan kratom selama 6 bulan. Adapun target penjualan obat tersebut yakni ke sesama WNA di Bali dan dikirim ke kampung halaman pelaku, Australia.

"Jadi cara penjualannya sangat privat, dikirim melalui kurir dengan dimasukkan ke dalam amplop. Pembelinya warga Australia dan WNA asal negara yang berada di Bali hingga dikirim ke Australia juga ada. Tapi proses pembuatannya semua di dalam vilanya," katanya.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka kini mendekam di penjara. Mereka diproses dalam kasus narkoba sesuai dengan UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait