Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tak Mau Kalah dari Pfizer, Sputnik V Diklaim Efektif 90 Persen

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami Selasa, 10 November 2020 | 16:36 WIB

Tak Mau Kalah dari Pfizer, Sputnik V Diklaim Efektif 90 Persen
Peneliti menunjukan vaksin Covid-19 yang dikembangkan laboratorium Institut Penelitian Ilmiah Epidemiologi dan Mikrobiologi Gameleya, Moskow, Rusia. [Handout / Russian Direct Investment Fund / AFP]

Vaksin Covid-19 milik Rusia diklaim memiliki tingkat efektivitas 90 persen.

SuaraBali.id - Tidak lama setelah Pfizer membuat pengumuman bahwa vaksinnya di atas 90 persen dalam uji coba, Rusia mengklaim bahwa vaksin virus Corona (Covid-19) miliknya memiliki tingkat efektivitas 90 persen. 

Vaksin Sputnik V disebut telah disetujui pada Agustus, sebelum uji coba pada manusia selesai. Hal itu memicu kritik dan kontroversial dari pada ilmuwan.

Pengumuman dari Pfizer memberikan dampak terhadap pasar saham yang bereaksi positif terhadap kabar tersebut. Rusia pun tidak tinggal diam, melalui Kementerian Kesehatannya mengklaim vaksin buatan negaranya sendiri memiliki tingkat efektivitas yang sama.

"Kami bertanggung jawab untuk memantau keefektifan vaksin Sputnik V di antara warga yang telah menerimanya sebagai bagian dari program vaksinasi massal," kata Oksana Drapkina, kepala lembaga penelitian resmi, seperti dikutip Dailymail, Selasa (10/11/2020).

Drapkina menambahkan bahwa vaksin tersebut juga memiliki efektivitas lebih dari 90 persen.

Penemuan vaksin Covid-19 sendiri tampaknya dilihat sebagai "perlombaan" antar negara sehingga banyak pakar menilai Rusia terlalu tergesa-gesa mendaftarkan vaksin karena ingin memenangkan perlombaan tersebut.

Sementara itu, Alexander Gintsburg, direktur Gamaleya Institute di Moskow yang mengembangkan kandidat vaksin Rusia, mengatakan ia menyambut baik berita Pfizer. Rusia saat ini sedang menguji vaksin pada 40.000 orang di Moskow dalam uji coba Fase III sendiri.

"Dalam waktu dekat kami berharap dapat mempublikasikan hasil sementara dari uji coba pasca-pendaftaran vaksin Sputnik V, yang disebut uji coba Fase III. Saya yakin tingkat efektivitasnya juga tinggi," kata Gintsburg.

Di sisi lain, Pfizer dan perusahaan Jerman BioNTech berharap dapat memasok hingga 50 juta dosis vaksin secara global pada tahun 2020 hingga 1,3 miliar dosis pada 2021.

Sementara uji coba Pfizer-BioNTech belum ditinjau oleh para ahli, beberapa ilmuwan memberikan reaksi yang baik terhadap hasil tersebut. Michael Head, peneliti senior kesehatan global di University of Southampton, menyebutnya sebagai hasil yang sangat baik untuk vaksin generasi pertama.

Pfizer sendiri berencana melanjutkan penelitiannya hingga mencatat 164 infeksi di antara semua relawan, angka yang disetujui oleh regulator Amerika Serikat untuk memberi tahu seberapa baik vaksin itu bekerja. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat juga telah menjelaskan bahwa vaksin apa pun harus memiliki tingkat kemanjuran paling tidak 50 persen.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait