Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Modus Jadi 'Dakocan', PSK di Kawasan Bung Tomo Denpasar Diciduk

Husna Rahmayunita Selasa, 27 Oktober 2020 | 13:40 WIB

Modus Jadi 'Dakocan', PSK di Kawasan Bung Tomo Denpasar Diciduk

Mereka dipulangkan ke daerah asal.

SuaraBali.id - Sebanyak delapan pekerja seks komersial (PSK) terjaring operasi yustisi di kawasan Jalan Bung Tomo, Denpasar Barat, Denpasar, Bali, Senin (26/10/2020).

Para PSK tersebut rata-rata masih berusia muda. Mereka kedapatan mangkal di kawasan yang kerap dijadikan lahan prostitusi terselubung.

Untuk melancarkan aksinya, mereka melakukan beragam modus. Salah satunya menjadi pedagang kopi cantik (dakocan).

Selain sebagai penjaja kopi, mereka juga berpura-pura nongkrong sambil minum kopi untuk menggaet laki-laki hidung belang.

"Mereka menggunakan modus Dakocan (dagang kopi cantik) ada di Gatsu Barat (Bung Tomo). Tapi ada juga yang mangkal di warung-warung di seputaran jalan Bung Tomo, Denpasar barat juga. Itu modus operasi mereka yang kami temukan," ujar Kasat Pol PP kota Denpasar, Dewa Sayoga seperti dikutip dari Beritabali.com (jaringan Suara.com).

Kepada petugas, para PSK ini mengaku memasang tarif bervariasi. Ada yang memasang tarif mulai Rp200 ribu. Setiap harinya, mereka melayani pelanggan dengan jumlah tidak menentu.

"Ada yang melayani tamu lebih dari dua. Ada juga yang apes tidak dapat apa apa sampai kena razia. Mereka mengakui jual diri dari harga Rp200 ribu," sambung Sayoga.

8 PSK terjaring operasi yustisi di kawasan Jalan Bung Tomo, Denpasar. (beritabali.com/ist)
8 PSK terjaring operasi yustisi di kawasan Jalan Bung Tomo, Denpasar. (beritabali.com/ist)

Lebih lanjut Sayoga mengatakan, setelah diamanakn kedelapan PSK tersebut akan dipulangkan ke daerah asal masing-masing di Jawa.

"Dari KTP ada juga yang 21 tahun dan 32 tahun. Tapi kebanyakan tidak ada KTP sehingga kami tertibkan. Ada delapan orang yang kami pulangkan ke Jawa," ujarnya memungkasi.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait