Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Selamat! 3 Tradisi Khas Buleleng Jadi Warisan Budaya

Husna Rahmayunita Jum'at, 09 Oktober 2020 | 20:16 WIB

Selamat! 3 Tradisi Khas Buleleng Jadi Warisan Budaya
Tradisi Megoak-goakan di Desa Panji (Antara/Made Adnyana)

Penetapan ini dilakukan melalui Sidang Pleno secara virtual, Jumat (9/10/2020).

SuaraBali.id - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menetapkan tiga tradisi khas warga Kabupaten Buleleng menjadi warisan budaya tak benda (WBTB) Indonesia 2020.

Penetapan ini dilakukan melalui Sidang Pleno secara virtual, Jumat (9/10/2020).

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng Gede Dody Sukma Oktiva Askara lantas merinci tiga tradisi khas Buleleng tersebut.

"Ketiganya yakni keterampilan dan kemahiran kerajinan tradisional lukisan kaca Desa Nagasepaha, tradisi dan ekspresi lisan Megoak-goakan Desa Panji serta adat istiadat Masyarakat Ngusaba Bukakak, Desa Giri Emas," ujarnya di Singaraja.

Setelah ditetapkan menjadi WBTB, Dinas Kebudayaan Buleleng akan melakukan seminar atau webinar untuk menyebarluaskan hasil penetapan itu, agar masyarakat menjadi tahu dan lebih paham.

Pada 2021, akan dilakukan proses perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan tiga WBTB nasional ini. Selain tiga WBTB itu, sebelumnya ada empat WBTB nasional dari Kabupaten Buleleng.

"Jadi ada tujuh WBTB di Kabupaten Buleleng dan kami akan melestarikan WBTB nasional tersebut melalui berbagai program," jelasnya.

Sasaran prioritas dari pengembangan dan pelestarian WBTB ini adalah kalangan milenial, agar remaja-remaja di Kabupaten Buleleng menjadi lebih paham dan tahu akan kebudayaan di Buleleng.

"Dengan tujuan supaya ada regenerasi bagi kalangan-kalangan yang bisa melestarikan WBTB-WBTB itu. Tentu, hal ini perlu dukungan seluruh pihak. Karena itu, ini menjadi penting dan tidak lupa kami mengucapkan terima kasih bagi ketiga komponen yang sudah ditetapkan menjadi tiga WBTB nasional," ucap Dody Sukma Oktiva Askara.

Ia juga menyebutkan perbaikan-perbaikan akan dilakukan bagi usulan yang tidak terakomodasi. Ada dua produk kebudayaan yang tidak lolos verifikasi nasional, yaitu gambuh Desa Bungkulan dan Megangsing.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait