Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

100 Ribu Pekerja Kena PHK, Luhut Minta Bali Tak Cuma Andalkan Turis

Husna Rahmayunita | Mohammad Fadil Djailani Rabu, 07 Oktober 2020 | 17:26 WIB

100 Ribu Pekerja Kena PHK, Luhut Minta Bali Tak Cuma Andalkan Turis
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. [Suara.com/Achmad Fauzi]

Menurut Luhut sudah seharusnya perekonomian Bali tidak hanya mengandalkan sektor pariwisata saja.

SuaraBali.id - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menuturkan ada banyak pekerja di Bali mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat pandemi Covid-19.

Ia mengungkapkan, jumlah pekerja di Pulau Dewata yang terkena PHK hampir 100 ribu orang.

Luhut meminta agar Gubernur Bali, I Wayan Koster tidak hanya mengandalkan sektor pariwisata dalam membuka lapangan pekerjaan.

"Kesepakatan kita juga bahwa Bali jangan andalkan turis saja," kata Luhut dalam konfrensi pers virtual, Rabu (7/10/2020).

Menurut Luhut sudah seharusnya perekonomian Bali tidak hanya mengandalkan sektor pariwisata saja, tetapi ada potensi ekonomi yang lain yang bisa digarap pulau dewata tersebut.

"Tapi juga peternakan ikan, menyangkut masalah diving dan seterusnya. Sehingga Bali punya diversifikasi turis, tidak hanya Bali-nya saja," katanya.

Bahkan kata dia perekonomian Bali babak belur dihajar pandemi virus corona atau Covid-19, karena wisatawan mancanegara yang datang anjlok 99 persen.

"Bali merugi sekitar Rp 9 triliun perbulan, pertumbuhan ekonominya juga pada triwulan 1 tahun ini -1,14 persen dan merosot ke angka -10,98 persen pada triwulan kedua," paparnya.

Maka dari itu salah satu langkah yang saat ini ditempuh adalah bagaimana segera menyelamatkan perekonomian nasional dari pandemi lewat Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Padat Karya melalui taman terumbu karang Indonesia (ICRG).

"Hari ini pemerintah Indonesia meluncurkan program Ekonomi nasional Padat Karya melalui restorasi terumbu karang yang dipusatkan pada perairan Nusa Dua di samping daerah lainnya Sanur Serangan," katanya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait