Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Telan Biaya Rp19 T, Tol Gilimanuk-Mengwi Bisa Dilewati Sepeda Motor

Husna Rahmayunita Rabu, 30 September 2020 | 14:35 WIB

Telan Biaya Rp19 T, Tol Gilimanuk-Mengwi Bisa Dilewati Sepeda Motor
enteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono (kedua kanan) didampingi Gubernur Bali Wayan Koster (kanan) mengamati rencana pembangunan Tol Denpasar-Gilimanuk di kawasan Mengwi, Badung, Bali, Kamis (6/8/2020). (Antara/Fikri Yusuf)

Proyek tersebut ditawarkan kepada investor melalui penjajakan minta pasar (market sounding)

SuaraBali.id - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah mempersiapkan pembangunan Tol Gilimanuk-Mengwi, Bali.

Proyek tersebut ditawarkan kepada investor melalui penjajakan minta pasar (market sounding) yang digelar Kementerian PUPR, Rabu (30/9/2020).

Kementerian PUPR melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) mengungkapkan proyek jalan tol Gilimanuk-Mengwi akan dilengkapi lajur untuk motor.

"Seperti halnya tol pertama yang ada di Bali, Tol Gilimanuk-Mengwi ini juga akan dilengkapi dengan lajur motor yakni di seksi 2 dan 3," ujar Anggota BPJT Unsur Akademisi, Eka Pria Anas dalam acara market sounding virtual di Jakarta, Rabu.

Menurut Eka, jalan tol ini direncanakan akan dibagi menjadi tiga seksi, di mana seksi 1 sepanjang 54 km pertama dari Gilimanuk, dan panjang seksi 2 dan 3 tol dibagi rata sekitar 20 km setelah dari seksi 1 yang berakhir di KM 54.

Biaya konstruksi tol ini perkiraan awalnya sekitar Rp14,2 triliun, dan biaya investasi sekitar Rp19,36 triliun. Sementara masa konsesi Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi ini 45 tahun.

"Pembangunan ruas tol Gilimanuk-Mengwi ini akan dimulai di seksi 2 dan 3 yang mendekati ke arah Denpasar pada tahun 2021 dengan tahun operasi diasumsikan pada akhir 2022," kata Eka.

Lebih lanjut dia menjelaskan, sedangkan untuk seksi 1 jalan tol ini akan dibangun pada 2022, usai seksi 2 dan 3 tol tersebut beroperasi, karena lebih panjang sehingga membutuhkan waktu lebih lama dan diharapkan dapat beroperasi pada 2024.

"Perkiraan lintas harian kendaraan pada tahun 2022 saat seksi 2 dan 3 tol ini dioperasikan sekitar 50 ribu kendaraan per hari, termasuk mobil dan motor," ujar Eka. A

Anggota BPJT tersebut juga berharap pada Juni 2021 sudah ada penandatanganan perjanjian kerja sama atau PPJT, sehingga diikuti dengan dimulainya konstruksi sekitar kuartal III atau IV 2021.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait