Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Penanganan Diabetes Alami Hambatan Selama Pandemi Covid-19

Risna Halidi | Luthfi Khairul Fikri Rabu, 18 November 2020 | 14:21 WIB

Penanganan Diabetes Alami Hambatan Selama Pandemi Covid-19
Ilustrasi diabetes. (Shutterstock)

Penyakit diabetes dapat menyebabkan komplikasi yang bisa memengaruhi kualitas hidup.

SuaraBali.id - Di masa pandemi sepetri sekarang, penyakit diabetes berisiko meningkatkan angka kematian yang disebabkan infeksi Covid-19.

Apalagi penanganan diabetes mengalami hambatan signifikan akibat pandemi Covid-19. Hal tersebut diutarakan oleh konsultan endokrin metabolik RS DR. Soetomo Surabaya Prof. Dr. dr. Agung Pranoto, M. Kes., SpPD., K-EMD., FINASIM.

"Orang lanjut usia dan orang dengan diabetes sebagai penyakit penyerta lebih rentan mengalami pelemahan kondisi bila terinfeksi virus Covid-19,” ujar Agung dalam pernyataannya seperti dalam siaran pers yang diterima Suara.com beberapa waktu lalu.

Menurutnya, penderita diabetes atau diabetesi yang terinfeksi Covid-19 lebih sulit diobati karena fluktuasi level gula darah dan kemungkinan hadirnya komplikasi diabetes. Itu terjadi karena sistem imunitas tubuh diabetesi telah terpengaruh, menjadikannya lebih sulit melawan virus.

Sementara itu, Dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrin metabolik dari RSUP dr. Sardjito Yogyakarta, dr. R. Bowo Pramono, Sp.PD-KEMD (K), FINASIM menambahkan bahwa kasus diabetes di Indonesia memang terus mengalami peningkatan.

Berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF), Indonesia berstatus waspada diabetes karena menempati urutan ketujuh dari 10 negara dengan jumlah pasien diabetes tertinggi.

Prevalensi pasien pengidap diabetes di Indonesia mencapai 6,2 persen, yang artinya ada lebih dari 10,8 juta orang menderita diabetes per tahun 2020.

“Diabetes yang terdeteksi ini kan baru jumlah kecil, di masyarakat itu sebenarnya jumlahnya bisa 2-3 kali lipat. Jika mereka bisa kita ajak mengikuti edukasi, kita bisa lebih mampu mencegah risiko komplikasi diabetes,” beber Bowo.

Sehingga, kata dia, saat ini yang diperlukan adalah menekan angka prediabetesnya. Prediabetes merupakan suatu istilah untuk menggambarkan glukosa darah di atas normal tetapi belum memenuhi kriteria diabetes.

“Kita harus mengintervensi prediabetes, karena jika sudah masuk ke fase diabetes maka akan membutuhkan biaya yang mahal akibat dari penyakit komplikasinya yang banyak. Jadi lebih baik kita mengintervensi prediabetesnya,” jelasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait