Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Menag Tanggapi Ceramah Lonte Habib Rizieq: Jangan Keluarkan Kata-kata Kotor

Husna Rahmayunita | Novian Ardiansyah Kamis, 19 November 2020 | 06:24 WIB

Menag Tanggapi Ceramah Lonte Habib Rizieq: Jangan Keluarkan Kata-kata Kotor
Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi. (Suara.com/M. Yasir)

Menteri Agama Fachrul Razitidak sependapat dengan cara berkomunikasi Habib Rizieq.

SuaraBali.id - Menteri Agama Fachrul Razi buka suara terkait ceramah pentolan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab yang dalam sebuah kesempatan menyebut istilah lonte.

Dalam ceramah tersebut, Habib Rizieq menanggapi kritik salah seorang artis terhadap kerumunan massa di tengah PSBB ketika menyambut kepulangannya di Tanah Air.

Namun istilah lonte yang dilontarkannya kemudian memicu kegaduhan baru. Apalagi salah seorang artis makin getol mengkritik Habib Rizieq.  Bahkan sang artis dan pendukung Habib Rizieq saling berbalas sindiran.

Pernyataan Habib Rizieq soal lontedisesalkan sejumlah kalangan karena tokoh agama semestinya menyampaikan pesan-pesan yang positif dan dengan cara yang terpuji.

Menteri Agama Fachrul Razi pun menyatakan tidak sependapat dengan cara berkomunikasi Habib Rizieq yang disampaikan pada acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Sabtu (14/11/2020).

"Itu memang saya juga kurang sependapat, kurang sependapat ya. Karena agama itu kan mengajarkan hal-hal yang baik apalagi di forum Maulid Nabi, mestinya kita berbicaranya nabilah gitu ya," kata Fachrul di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (18/11/2020).

Fachrul berharap kepada Habib Rizieq untuk tidak lagi melontarkan istilah-istilah kontroversial dalam ceramah karena bisa memberikan citra negatif.

"Jangan mengeluarkan kata-kata kotor, yang nggak baik untuk. Justru itu menjadi membuat forum itu menjadi tercela gitu," ujar Fachrul.

Ceramah Habib Rizieq tantang pemerintah. (Twitter/@JimlyAs)
Ceramah Habib Rizieq tantang pemerintah. (Twitter/@JimlyAs)

Siapa disindir Habib Rizieq?

"Sepertinya kata lonte itu ingin menyindir sosok tertentu yang dikenal dengan cibiran lonte. Semacam berbalas pantun saling cibir," ujar analis politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, kepada Suara.com.

Sasaran ucapan tersebut, menurut Adi, bukan hanya seorang public figure, melainkan juga kalangan yang sependapat dengan public figure.

"Kata lonte bukan hanya menyasar satu orang, tapi menyasar orang-orang yang mendukung sosok yang disebut lonte itu," kata Adi.

Ceramah Habib Rizieq untuk menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW dan penggalan videonya viral di media sosial.

"Ada lonte hina habib? Pusing pusing! Ampe lonte ikut-ikutan ngomong iyee," kata Habib Rizieq dilansir dari tayangan YouTube Front TV, Minggu (15/11/2020).

Ucapan tersebut disambut gemuruh jamaah. "Saudara, lanjut jangan?" kata Habib Rizieq yang kemudian dijawab jemaah, "lanjut."

"Tapi jangan berisik dong," kata Rizieq.

Habib Rizieq baru pulang dari Arab Saudi pada 10 November setelah 3,5 tahun hidup dalam pengasingan di Arab Saudi.

Kembalinya Rizieq disambut ribuan pendukung yang berkumpul di sekitar bandara. Akibatnya, akses ke bandara macet parah, banyak calon penumpang terlambat, sejumlah aktivitas penerbangan terganggu. Konsentrasi massa pendukung Rizieq juga dikritik keras karena sebagian tidak menaati protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran corona. Kritik satir juga disampaikan artis Nikita Mirzani, belakangan muncul ancaman rumahnya akan didatangi pendukung Habib Rizieq.

"Saya nggak marah, cuma ada umat yang marah. Ngancam mengepung lonte. Eh polisi kalang kabut jagain lonte," ujar Habib Rizieq.

"Kacau, kacau" kata Habib Rizieq.

"Lonte hina habib dijaga polisi. Kacau tidak?"

"Mestinya lonte yang hina habib hina ulama, ditangkap, bukan dijagain. Polisi jawab, tapi ada ancaman habib. Makanya lu tangkap."

Setelah Habib Rizieq berada di Indonesia dan menyelenggarakan acara pernikahan putrinya serta Maulid Nabi SAW di Petamburan, kembali memicu persoalan baru. Acara tersebut dihadiri ribuan orang di tengah pembatasan sosial berskala besar.

Habib Rizieq kemudian ditegur petugas pemerintah Jakarta dan didenda Rp50 juta.

Sebanyak 14 orang dipanggil polisi, di antaranya Gubernur Anies Baswedan, untuk dimintai keterangan mengenai dugaan pelanggaran protokol kesehatan.

Pada waktu hampir bersamaan, Kapolri Jenderal Idham Azis mencopot kapolda Metro Jaya dan kapolda Jawa Barat karena dianggap lalai menegakkan aturan protokol kesehatan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait