Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tak Ada Darah Blasteran, Kisah Keluarga Bermata Biru Ini Viral

Husna Rahmayunita Jum'at, 16 Oktober 2020 | 16:32 WIB

Tak Ada Darah Blasteran, Kisah Keluarga Bermata Biru Ini Viral
Keluarga bermata biru Tuti Farini (58) warga Jorong Galanggang Tangah, Nagari Sungayang, Kecamatan Sungayang, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. [Dok Padangkita]

Kondisi itu sudah berlangsung lama, sejak empat generasi.

Nisma melahirkan 9 orang anak, salah satunya Tuti. Saudara Tuti, lima laki-laki dan tiga perempuan. Dari sembilan anak, lima di antaranya mewarisi mata biru bervariasi. Ada yang hanya sebelah, ada pula yang kedua bola matanya bewarna biru.

Di antara yang memiliki mata bewarna biru itu, kata Tuti adalah kakaknya, almarhumah Deswita memiliki mata bewarna biru sebelah kanan. Kemudian Susmeri juga sebelah kanan yang bewarna biru.

Almarhum Taufik Iyandri, kakak Tuti, juga memiliki dua mata biru. Begitu pula dua adik Tuti, Almarhum Ujang Rifai memiliki dua mata biru. Namun, adik Tuti, Alwiber, Firdaus, Renofrida dan Rifnaldi bermata normal, tak mewarisi mata biru sama sekali.

“Jadi begitulah silsilah keluarga kami yang memiliki mata biru ini. Setahu saya, dulu Almarhumah kakak saya dan ibu saya pernah ke Medan untuk memeriksa mata ini. Namun, dari hasil pemeriksaan, mata mereka dinyatakan normal,” kata Tuti.

Seorang anak Tuti yang bernama Mutia pun mewarisi kedua mata biru. Sementara kedua anak Tuti lainnya tidak.

Anak Mutia yang bernama Almira juga memiliki mata biru di bagian kanan, sedangkan anak keduanya Gibran, kedua matanya berwana biru kecoklatan.

Ilustrasi mata biru. (Shutterstock)
Ilustrasi mata biru. (Shutterstock)

Dulu Diejek Kini Dipuji

Tuti mengatakan mata biru yang dimilikinya sempat menjadi bahan candaan di kalangan teman-teman.

Guru Sekolah Dasar (SD) tersebut mengaku kerap diejek dengan panggilan 'mata belang' atau 'mata kucing' oleh teman-temannya dari kecil hingga kuliah. Namun hal itu tidak membuatnya kesal atau tersinggung.

“Awalnya iya memang risih, tapi lama-kelamaan menjadi hal biasa. Mau gimana lagi, karena memang kenyataan,” ujar Tuti.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait